Rechercher dans ce blog

Saturday, February 8, 2020

OPINI Marjono : Nasionalisme dan Corona - Tribun Jateng

Oleh Marjono

Kasubag Materi Naskah Pimpinan Pemprov Jateng

Nasionalisme tak cuma lahir saat bangsa ini terancam kelangsungannya. Nasionalisme tak melulu hadir tatkala kekayaan alam kita diserobot dan dicuri negara lain, nasionalisme tidak an sich terbit lantaran produk kebudayaan kita diklaim bangsa lain, dan nasionalisme tak hanya muncul ketika keragaman kita dikoyak kelompok tertetu.

Bahkan nasionalisme tak semata meluncur sewaktu radikalisme, terorisme dan intoleransi melukai bangsa, atau nasionalisme tak tumbuh saat praktik korupsi, gratifikasi dan pungli masif dan nasionalisme tak berkilau ketika narkoba merajalela belaka.

Belakangan sedang ramai virus corona yang menyerang berbagai negara, khususnya di China. Di tengah upaya pemerintah melindungi dan menyelamatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi virus fenomenal ini masih saja ada orang-orang yang justru sengaja memproduksi dan menyebar hoaks. UU ITE rupanya belum menjadi panasea (obat mujarab) untuk menghentikan aksi mereka .

Kemkominfo menemukan 60 hoaks tentang virus corona (Liputan6, 4/2/2020), seperti Virus corona diduga sudah menyebar dan masuk ke Indonesia di Gedung BRI, virus corona Wuhan hasil perkawinan virus kelelawar dan virus babi.

Hoaks lain yang beredar juga menyebut Kitab Iqro sudah lama memprediksi terjadinya virus corona dan 5 Pasien positif terkena virus corona di Semarang dan 1 orang meninggal, dll. Ulah para hoakers inilah yang meresahkan masyarakat.

Hoaks yang meringkik di tengah Corona yang merintih ini terjadi karena menghilangnya rasa bahasa dan kemanusiaan atas musibah yang terjadi. Pertanyaan retorik yang muncul adalah bagaimana jika ada anggota keluarga hoakers itu sedang belajar atau bekerja di China, atau tersangkut virus corona dan harus dirawat di rumah sakit. Apakah mereka akan menjulurkan kabar dusta juga.

Bisa jadi motif penyebar hoaks ini beragam, misalnya pengin populer secara instan, imbalan materi atau memang punya karakter membuat gaduh dan puas ketika melihat masyarakat kebingungan. Sebaran hoaks mesti diantisipasi sedini mungkin, karena berpotensi rentan terhadap ujian nasionalisme kita.

Pada sesi lain, munculnya masyarakat Natuna yang menolak daerahnya dijadikan sebagai karantina bagi WNI yang dievakuasi dari China. Mereka khawatir tertular virus corona.Menurut Presiden Jokowi, pemilihan Natuna sebagai karantina menimbang jarak evakuasi lebih dekat, tersedia landasan dan kesiapan medis di wilayah tersebut cukup memadai.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
February 08, 2020 at 11:59AM
https://ift.tt/2H7SnDz

OPINI Marjono : Nasionalisme dan Corona - Tribun Jateng
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

I just paid $9.99 for a carton of 18 eggs. Will prices ever drop? | Opinion - Sacramento Bee

[unable to retrieve full-text content] I just paid $9.99 for a carton of 18 eggs. Will prices ever drop? | Opinion    Sacramento Bee ...

Postingan Populer