Rechercher dans ce blog

Wednesday, April 15, 2020

OPINI M Issamsudin : Mencegah Bentroknya TNI-Polri - Tribun Jateng

Oleh M Issamsudin

Dosen STIKOM Semarang, tinggal di Semarang

Di tengah pandemi virus corono atau Corona Virus Desease (COVID-19), patut disesalkan kalau di daerah Mamberamo Raya Papua, terjadi baku tembak yang melibatkan anggota TNI dan Polri. Terlebih sampai jatuh korban jiwa.

Peristiwa tersebut sepertinya menjadi penambah deret cerita tentangsering terjadi bentrok antara oknum anggota TNI dengan oknum anggota Polri. Syukur bila peristiwa tersebut dapat diselesaikan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Ketegasan itu perlu agar peristiwa yang sama tidak terjadi lagi. Ikrar perdamaian antara TNI dan Polri yang biasanya dilakukan pasca bentrok, sudah seharusnya dijaga bersama dengan prinsip saling menghormati.

Berdasarkan fakta yang ada, selama ini minimalada dua alasan utamayangmenjadi pemicuterjadinyabentrok anggota TNI dengan anggota Polri. Pertama, adanya salah paham di antara para pihak, atau oknum, yang kemudian dibawa sebagai masalah institusi. Kedua, adanya korban dari salah satu atau kedua belah pihak, bisamenjadi dendamberkepanjanganbila tidak terbalas.

Disadari atau tidak, kedua hal itu bisa menjadi ’penyemangat’ bagikedua belah pihakuntuk tidak mau ada korban di pihaknya. Apalagi kalau sebelumnya sempat atau sampaidisebut sebagai biang kerok, tidak mau dikalahkan dan merasa yang lebih hebat.Di sinilah rasasolidaritas, hormat dan kecintaan yangpada korpsakan muncul danalasan untuk tidak mau diremehkan oleh pihak lain.

Bisa jadi, apapun akan mereka lakukan, bila perlu bertaruh nyawa demi kehormatan korps. Soal dipecat, itu soal lain, yang penting dapat menjadi bagian penjaga harga diri, teman satu korps dan kehormatan korps.Itu sebabnya, siapapun yang terlibat, harus segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada diskriminasi dan ada pelanggaran HAM dalam penanganannya demi kepentingan bangsa dan negara.

Ketegasan itu penting. Tambil bersama dan kompaknyapara petinggi TNIdenganPolri, harus ditingkatmantapkan hingga tingkat bawa. Kekompakan seharusnyaterusdiwujudkanbersama. Termasukmelalui program kebersamaan TNI dan Polri. Ini pentingagar kekompakan yang ada tidaklahsemu.

Program kebersamaan perlu ditambahgunalebih memupuk kebersamaan dan menekan potensi bentrok. Sebut saja program sosial keagamaan dan bhakti masyarakat bersama. Para pemimpin TNI dan Polri harus dapat lebih banyak ikut turun ke bawah, berbaur bersama, syukur juga dapat pula melibatkan masyarakat.

Hal itu dimaksudkan agar tumbuh dan berkembang kekompakan TNI dengan Polri didukung warga masyarakat. Masyarakat, bangsa dan negara ini sangat membutuhkan kekompakan riil TNI dengan Polri. Bukan kekompakan yang semu atau hanya ada di kalangan pimpinan saja. Tidak kalah pentingnya perlu juga diadakan operasi bersama di tempat-tempat yang selama ini sering menjadi tempat rawan dan pemicu bentrok TNI dengan Polri.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
April 16, 2020 at 11:27AM
https://ift.tt/2yXF9Zg

OPINI M Issamsudin : Mencegah Bentroknya TNI-Polri - Tribun Jateng
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

I just paid $9.99 for a carton of 18 eggs. Will prices ever drop? | Opinion - Sacramento Bee

[unable to retrieve full-text content] I just paid $9.99 for a carton of 18 eggs. Will prices ever drop? | Opinion    Sacramento Bee ...

Postingan Populer