Rechercher dans ce blog

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, May 3, 2020

Meriahkan Hardiknas 2020, Kemendikbud Gelar Lomba Opini, Poster, dan Video - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak yang besar kepada segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun kondisi ini tidak mematahkan semangat para mahasiswa untuk berkreasi.

Untuk mewadahi kreativitas tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (PPN) menggelar tiga lomba tingkat mahasiswa yang dimulai dari jenjang diploma 3 (D-3) sampai dengan jenjang sarjana (S-1).

Ketiga lomba tersebut antara lain kompetisi poster, penulisan opini, dan video opini. Kegiatan ini digelar selama hampir satu bulan penuh yaitu pada tanggal 3 s.d. 25 April 2020.

Informasi yang dihimpun pada Senin (4/5/2020), Plt Kepala PPN, Asep Sukmayadi mengungkapkan kompetisi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020, dan memberikan wadah kepada mahasiswa agar terus produktif, kreatif, dan inovatif dari rumah.

“Dalam rangka Hardiknas 2020, kami sebagai satker baru di Kemendikbud menggelar tiga lomba untuk mahasiswa, agar mereka tetap inovatif walaupun di rumah,” kata Asep

Peserta lomba yang telah mendaftar berjumlah 20.457 mahasiswa. Hal tersebut membuktikan tingginya tingkat minat mahasiswa dalam berkreatif dirumah masing-masing. Dari 20.457 mahasiswa tersebut, diantaranya 12.906 mahasiswa mengikuti kompetisi poster, 1.163 mahasiswa mengikuti kompetisi video opini, dan 6.388 mahasiswa mengikuti kompetisi penulisan opini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memacu semangat banyak mahasiswa lainnya untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan hal-hal positif di tengah pandemi covid-19."

Kegiatan ini dinilai dengan 2 tahapan, yaitu tahap administrasi dan tahap substansi yang dinilai oleh tim pakar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil dari proses kompetisi yang telah dilaksanakan ini berupa terpilihnya karya-karya terbaik mahasiswa Indonesia di tengah wabah covid 19.

Terbaik pertama untuk kompetisi bidang poster diraih oleh Gardas dari Universitas Bosowa, diikuti Basith Alif Wahyujati dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai terbaik kedua dan Hijrana dari Universitas Mulawarman sebagai terbaik ketiga.

Untuk kompetisi penulisan opini, terbaik pertama diraih oleh Alvin Ivander dari Universitas Sumatera Utara, terbaik kedua diraih oleh Muh. Agung Prayoga dari STIKES Muhamadiyah Gombong dan terbaik ketiga diraih oleh Siti Zenita Rahmawati dari Unversitas Kediri.

Sedangkan untuk kompetisi video opini, terbaik pertama diraih oleh Dimas Putra Nanda Waspodo dari Institu Teknologi Sepuluh November, terbaik kedua diraih oleh Gloria Qavahntanael dari Universitas Surabaya dan terbaik ketiga dirai oleh tim polimedia 3 dari Politeknik Negeri Media Kreatif.

Tahun ini, Kemendikbud selaku panitia peringatan Hardiknas Tahun 2020 mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020.

Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tidak mengadakan kegiatan atau aktivitas peringatan Hardiknas 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.

Dan untuk tetap memperingati Hardiknas Tahun 2020 bisa dilakukan secara kreatif dengan memerhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 04, 2020 at 10:02AM
https://ift.tt/2VYmtle

Meriahkan Hardiknas 2020, Kemendikbud Gelar Lomba Opini, Poster, dan Video - Bisnis.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

[OPINI] Kontemplasi Hardiknas 2020: Ironi Kebijakan Belajar dari COVID - IDN Times

Sudah lebih dari satu bulan lamanya pelajar di Indonesia menerapkan "Belajar dari Rumah". Hal ini sejalan dengan anjuran yang diucapkan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo pada 15 Maret lalu. Kemudian diamini oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) dengan menerbitkan Surat Edaran pada dua hari setelahnya, yakni 17 Maret 2020.

Dikeluarkannya kebijakan ini menyusul adanya COVID-19 yang merebak di Indonesia. Hingga 1 Mei 2020, pada data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejumlah 10.551 orang terinfeksi, 1.591 sembuh dan 800 meninggal dunia. Ini bukanlah angka kecil, maka belajar dari rumah masih harus diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan.

Bicara soal belajar dari rumah, salah satu alat yang menjadi jembatan antata guru dan siswa ialah telepon seluler. Sudah barang tentu, setiap rumah tangga di era sekarang memiliki alat komunikasi yang satu ini. Meski belum tentu memiliki sinyal internet. Bahkan ada yang harus memutar otak untuk sekadar beli kuota internetnya.

Sayangnya, niat baik Kemendikbud untuk mencairkan anggaran pulsa dan internet bagi guru maupun siswa tak kunjung teralisasi. Ironi tentunya, kebijakan tidak seiring dengan solusinya. Padahal sudah tertulis jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020.

Pada Permendikbud itu tertuang pada Pasal 9A selama masa darurat penanganan COVID-19 sekolah dapat menggunakan dana BOS Reguler. Dana ini dialokasikan untuk pembelian pulsa, paket data atau layanan pendidikan daring berbayar. Peruntukannya bagi guru serta siswa selama belajar dari rumah.

Namun, lagi-lagi hal tersebut masih menjadi isapan jempol belaka. Alih-alih mencairkan dana BOS Reguler, untuk penerapannya saja sampai sekarang masih carut-marut. Seperti halnya di kepulauan, banyak yang masih susah sinyal sampai akhirnya para siswa dan guru harus tetap masuk sekolah. Di lereng gunung ada guru yang tulus mengajar dari rumah ke rumah siswanya.

Lebih dari itu, sebenarnya penerapan belajar dari rumah menggunakan gadget masih sangat awam bagi para siswa. Betapa tidak, beberapa sekolah saja masih anti apabila ada siswa yang ketahuan membawa telepon seluler. Ada yang disita dan dibawa guru BK, ada yang harus sembunyi-sembunyi. Tapi itu tidak semua, banyak yang sudah terbuka dan memperbolehkan bawa telepon seluler.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Pun demikian, membawa telepon seluler ke sekolah lantas tidak dimanfaatkan guru untuk belajar bersama. Mayoritas tenaga pendidik masih asyik dengan buku pegangannya. Padahal, beberapa buku itu sudah tidak relevan dengan perkembangan yang ada. Bahkan, untuk menggelar ujian para siswa harus mengumpulkan telepon selulernya. Takut ketahuan nyontek, nah bisa dilihat pembelajaran dengan cara hafalan masih tercium kuat di sekolahan.

Lantas hari ini para guru dipaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Efektifkah? Maka jawabannnya akan sulit mencapai efektif ini. Andai saja sejak masuknya telepon pintar di Indonesia konsep pembelajaran diubah. Guru lebih melek dengan internet dan aplikasi di dalamnya. Mereka kini bisa mengarahkan para siswa mengakses sumber kredibel.

Di masa pandemik ini, belajar tidak melulu diambil dari tugas yang ada di buku. Tidak seharusnya guru melakukan hal tersebut. Tak semestinya juga semunya dipikirkan oleh Mendikbud, Nadiem Makarim dengan belajar melelui TVRI maupun aplikasi gratis RuangGuru. Banyak cara yang mestinya dilakukan guru.

Memang, tidak semua peserta didik mempunyai buku pegangan lengkap. Rujukan utamanya ialah buku yang diperoleh dari sekolah. Tapi lebih dari itu, telepon seluler berbasis internet masih dapat jadi rujukan luas. Sekarang tergantung tenaga pendidik bisa mengarahkan sumber mana yang mestinya dirujuk peserta didiknya.

Ingat, tujuan pendidikan tidak hanya pada alinea empat pembukaan UUD 1945 "Mencerdaskan kehidupan bangsa". Itu barulah proses. Pendidikan akan terus berjalan untuk mencapai suatu kesejahteraan dan peradaban yang makmur serta keadilan bersama.

Salam pendidikan...!

Baca Juga: [OPINI] Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Semakin Terlupakan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 04, 2020 at 05:02AM
https://ift.tt/3feUSnn

[OPINI] Kontemplasi Hardiknas 2020: Ironi Kebijakan Belajar dari COVID - IDN Times
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Dilema Kebijakan Kartu Prakerja - Katadata.co.id

Sejak pintu pendaftaran dibuka, 11 April lalu, kartu prakerja tak pernah sepi dari kontroversi. Kritik langsung menghambur, ketika proses pendaftaran tak mulus akibat peserta yang membludak.

Dalam waktu kurang dari 20 jam, sebanyak 1,2 juta orang mendaftar. Padahal, target sampai akhir tahun hanya dipatok 5,6 juta peserta. Jumlahnya kini bahkan telah membengkak, menjadi sekitar 9 juta pendaftar!

Kontroversi kian riuh dan kusut ketika merembet ke berbagai isu lainnya. Salah satunya soal manfaat program kartu prakerja. Formulanya dianggap tidak cocok untuk diterapkan di masa pandemi corona.

Ketika banyak karyawan terkena PHK, kok malah diberi pelatihan. Yang lebih dibutuhkan adalah dana tunai untuk penopang hidup. Kira-kira begitu kritiknya. Program ini pun dinilai hanya menguntungkan delapan perusahaan platform digital, mitra pemerintah dalam pengadaan training online.

(Baca: Pengusaha Pilih Karyawan Berpengalaman Dibanding Alumni Kartu Prakerja)

Perlu diingat, kartu prakerja bukanlah ide baru. Program ini merupakan janji Jokowi dalam kampanye Presiden pada Maret 2019 lalu.

Ide awalnya adalah untuk memberikan pelatihan tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Yang disasar adalah para tenaga kerja muda yang belum mendapat pekerjaan, termasuk yang terkena PHK. Pelatihan didesain dalam bentuk online dan offline.

Ketika ide ini dilontarkan, serangan langsung menghambur. “Pengangguran kok digaji,” kata lawan-lawan politik Jokowi saat kampanye. Yang dimaksud pastinya adalah komponen insentif. Sebab, setiap pemegang kartu prakerja rencananya akan mendapat biaya pelatihan online Rp 1 juta, pelatihan offline Rp 4 juta, plus insentif Rp 550 ribu.

Kini, setahun kemudian ketika wabah Covid-19 datang, arah angin berubah. Program kartu prakerja justru dikritik, karena insentif yang dibagi ‘hanya’ Rp 2,4 juta—meski sudah empat kali lebih besar dari rencana awal. Sebab, di luar itu, masih ada alokasi dana Rp 1 juta untuk pelatihan online, sedangkan pelatihan offline ditiadakan.

Menurut para pengritik, pelatihan bukan solusi yang tepat di masa susah seperti sekarang ini. Karena itu, pemerintah diminta membagikan seluruh dana kartu prakerja secara tunai kepada para korban PHK dan pengangguran. Pertanyaannya, seberapa mungkin hal itu dilakukan?

(Baca: Buruh Minta Anggaran Pelatihan Kartu Prakerja untuk Bantuan Langsung)

kartu prakerja
Kartu prakerja. (Katadata)

Skema hybrid

Sebelum menjawabnya, saya membayangkan pemerintah semestinya juga telah mengkalkulasi tiga skenario dalam menentukan nasib kartu prakerja, ketika dihadapkan dengan situasi pandemi.

Opsi pertama, program kartu prakerja dijalankan as is, sesuai rencana awal. Kita tentu sepakat, opsi ini tidak mungkin direalisasikan, berhubung pelatihan offline di masa pandemi musykil dilakukan.

Pilihan kedua, tunda atau batalkan saja program kartu prakerja. Jika ini dilakukan, mungkin keributan yang sekarang terjadi, tidak akan ada. Tapi, problem lain muncul. Insentif dana tunai yang kini akan disalurkan via kartu prakerja tidak lagi tersedia. Padahal, dana ini amat dibutuhkan oleh mereka yang terkena PHK.

Perlu diketahui bahwa mereka yang menjadi target kartu prakerja ini, tidak termasuk dalam skema bantuan sosial (bansos) untuk kelompok 40% keluarga termiskin.

Kelompok termiskin ini hanya mencakup 20 juta keluarga penerima bansos melalui program Kartu Sembako (Rp 43,6 triliun) dan Program Keluarga Harapan (Rp 37,4 triliun). Selain itu, akan ada tambahan sekitar 9 juta keluarga untuk menerima dana Bantuan Langsung Tunai (Rp 16,2 triliun) sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan.

(Baca: Jokowi Minta Korban PHK Diprioritaskan Menerima Kartu Prakerja)

Dengan kondisi itu, maka tampaknya pilihan ketiga yang harus diambil, yaitu skema hybrid sebagai jalan tengah. Dalam skema baru kartu prakerja ini, masih terdapat pelatihan, namun hanya training online senilai Rp 1 juta, plus pembagian Rp 150 ribu untuk tiga kali survei.

Alokasi dana terbesar kartu prakerja diubah menjadi insentif, yakni Rp 2,4 juta (Rp 600 ribu selama empat bulan) sebagai bagian dari jaring pengaman sosial. Ini yang membedakannya dari opsi pertama dan kedua.

Jumlah penerima kartu prakerja pun ditambah. Dari semula 2 juta orang, menjadi 5,6 juta orang pada tahun ini. Sehingga, bujet kartu prakerja membengkak. Dari semula hanya dipatok Rp 10 triliun, kini naik dua kali lipat menjadi Rp 20 triliun.

Dipilihnya opsi ketiga atau skema hybrid ini, tampaknya didasari oleh unsur keterdesakan, sehubungan dengan kian membesarnya gelombang PHK di masa pandemi. Akibatnya, kartu prakerja yang semula didesain untuk pelatihan tenaga kerja, tiba-tiba harus menanggung beban bansos.

Keterdesakan ini pun membuat kelahiran kartu prakerja ibarat bayi prematur. Program ini telah diluncurkan secara resmi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 20 Maret 2020. Padahal, Tim Manajemen Pelaksana kartu prakerja baru dibentuk tiga hari sebelumnya, yakni pada 17 Maret 2020.

Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 yang menjadi payung regulasinya pun baru diterbitkan pada 26 Februari 2020. Ketergesaan ini dilakukan, tampaknya menyusul pengumuman pemerintah tentang pasien pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020.

Bagi tim Manajemen Pelaksana yang dipimpin Denni Purbasari, ini jelas bukan pekerjaan mudah. Sebab, pendaftaran tahap pertama ditargetkan sudah dimulai pada April. Apalagi, desain kartu prakerja tiba-tiba diubah menjadi bagian dari jaring pengaman sosial.

(Baca: Payung Hukum Belum Disahkan DPR, Kartu Prakerja Rawan Bermasalah)

Pertanyaannya kemudian, jika begitu mengapa program kartu prakerja harus dipaksakan lahir? Jawabannya jelas, yaitu untuk menjadi instrumen penyaluran dana bansos kepada para pekerja yang terdampak Covid-19. Sebab, mereka belum memiliki ‘bantalan’ bansos, seperti kelompok 40% keluarga termiskin.

Ini berarti, dengan target 5,6 juta peserta kartu prakerja di tahun ini, akan ada tambahan 15% keluarga penerima bansos. Berhubung setiap peserta mendapat insentif Rp 2,4 juta, maka dana bansos tunai yang akan dikucurkan via program ini mencapai Rp 13,4 triliun.

Selanjutnya: Beban Berlebih

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 03, 2020 at 01:27PM
https://ift.tt/3d9qPM1

Dilema Kebijakan Kartu Prakerja - Katadata.co.id
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Ini Nama-nama Pemenang Lomba Opini, Poster, dan Video Kemendikbud - ayobogor.com

Poster Lomba Opini, Poster, dan Video Kemendikbud.

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak yang besar kepada segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun kondisi ini tidak mematahkan semangat para mahasiswa untuk berkreasi. 

Untuk mewadahi kreativitas tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (PPN) menggelar tiga lomba tingkat mahasiswa yang dimulai dari jenjang diploma 3 (D-3) sampai dengan jenjang sarjana (S-1). 

Ketiga lomba tersebut antara lain kompetisi poster, penulisan opini, dan video opini. Kegiatan ini digelar selama hampir satu bulan penuh yaitu pada 3 sampai 25 April 2020.

Plt Kepala PPN, Asep Sukmayadi mengatakan, kompetisi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020, dan memberikan wadah kepada mahasiswa agar terus produktif, kreatif, dan inovatif dari rumah. 

“Dalam rangka Hardiknas 2020, kami sebagai satker baru di Kemendikbud menggelar tiga lomba untuk mahasiswa, agar mereka tetap inovatif walaupun di rumah,” kata Asep di Jakarta, Minggu (2/05/2020).

Peserta lomba yang mendaftar berjumlah 20.457 mahasiswa. Menurut Asep, ini membuktikan tingginya tingkat minat mahasiswa dalam berkreatif di rumah masing-masing.

Dari 20.457 mahasiswa tersebut, di antaranya 12.906 mahasiswa mengikuti kompetisi poster, 1.163 mahasiswa mengikuti kompetisi video opini, dan 6.388 mahasiswa mengikuti kompetisi penulisan opini.  

“Kami berharap kegiatan ini mampu memacu semangat banyak mahasiswa lainnya untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan hal-hal positif di tengah pandemi covid-19,” harap Asep.

Kegiatan ini dinilai dengan 2 tahapan, yaitu tahap administrasi dan tahap substansi yang dinilai oleh tim pakar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil dari proses kompetisi yang telah dilaksanakan ini berupa terpilihnya karya-karya terbaik mahasiswa Indonesia di tengah wabah Covid-19. 

Terbaik pertama untuk kompetisi bidang poster diraih oleh Gardas dari Universitas Bosowa, diikuti Basith Alif Wahyujati dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai terbaik kedua dan Hijrana dari Universitas Mulawarman sebagai terbaik ketiga.

Untuk kompetisi penulisan opini, terbaik pertama diraih oleh Alvin Ivander dari Universitas Sumatera Utara, terbaik kedua diraih oleh Muh. Agung Prayoga dari STIKES Muhamadiyah Gombong dan terbaik ketiga diraih oleh Siti Zenita Rahmawati dari Universitas Kediri.

Sedangkan untuk kompetisi video opini, terbaik pertama diraih oleh Dimas Putra Nanda Waspodo dari Institut Teknologi Sepuluh November, terbaik kedua diraih oleh Gloria Qavahntanael dari Universitas Surabaya, dan terbaik ketiga diraih oleh tim polimedia 3 dari Politeknik Negeri Media Kreatif.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 03, 2020 at 02:55PM
https://ift.tt/35oIexR

Ini Nama-nama Pemenang Lomba Opini, Poster, dan Video Kemendikbud - ayobogor.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Ini Nama-nama Pemenang Lomba Opini, Poster, dan Video Kemendikbud - ayobogor.com

Poster Lomba Opini, Poster, dan Video Kemendikbud.

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak yang besar kepada segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun kondisi ini tidak mematahkan semangat para mahasiswa untuk berkreasi. 

Untuk mewadahi kreativitas tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (PPN) menggelar tiga lomba tingkat mahasiswa yang dimulai dari jenjang diploma 3 (D-3) sampai dengan jenjang sarjana (S-1). 

Ketiga lomba tersebut antara lain kompetisi poster, penulisan opini, dan video opini. Kegiatan ini digelar selama hampir satu bulan penuh yaitu pada 3 sampai 25 April 2020.

Plt Kepala PPN, Asep Sukmayadi mengatakan, kompetisi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020, dan memberikan wadah kepada mahasiswa agar terus produktif, kreatif, dan inovatif dari rumah. 

“Dalam rangka Hardiknas 2020, kami sebagai satker baru di Kemendikbud menggelar tiga lomba untuk mahasiswa, agar mereka tetap inovatif walaupun di rumah,” kata Asep di Jakarta, Minggu (2/05/2020).

Peserta lomba yang mendaftar berjumlah 20.457 mahasiswa. Menurut Asep, ini membuktikan tingginya tingkat minat mahasiswa dalam berkreatif di rumah masing-masing.

Dari 20.457 mahasiswa tersebut, di antaranya 12.906 mahasiswa mengikuti kompetisi poster, 1.163 mahasiswa mengikuti kompetisi video opini, dan 6.388 mahasiswa mengikuti kompetisi penulisan opini.  

“Kami berharap kegiatan ini mampu memacu semangat banyak mahasiswa lainnya untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan hal-hal positif di tengah pandemi covid-19,” harap Asep.

Kegiatan ini dinilai dengan 2 tahapan, yaitu tahap administrasi dan tahap substansi yang dinilai oleh tim pakar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil dari proses kompetisi yang telah dilaksanakan ini berupa terpilihnya karya-karya terbaik mahasiswa Indonesia di tengah wabah Covid-19. 

Terbaik pertama untuk kompetisi bidang poster diraih oleh Gardas dari Universitas Bosowa, diikuti Basith Alif Wahyujati dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai terbaik kedua dan Hijrana dari Universitas Mulawarman sebagai terbaik ketiga.

Untuk kompetisi penulisan opini, terbaik pertama diraih oleh Alvin Ivander dari Universitas Sumatera Utara, terbaik kedua diraih oleh Muh. Agung Prayoga dari STIKES Muhamadiyah Gombong dan terbaik ketiga diraih oleh Siti Zenita Rahmawati dari Universitas Kediri.

Sedangkan untuk kompetisi video opini, terbaik pertama diraih oleh Dimas Putra Nanda Waspodo dari Institut Teknologi Sepuluh November, terbaik kedua diraih oleh Gloria Qavahntanael dari Universitas Surabaya, dan terbaik ketiga diraih oleh tim polimedia 3 dari Politeknik Negeri Media Kreatif.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 03, 2020 at 02:55PM
https://ift.tt/2YvnEdA

Ini Nama-nama Pemenang Lomba Opini, Poster, dan Video Kemendikbud - ayobogor.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Saturday, May 2, 2020

OPINI: Covid-19, Garam dan Nasib Petani - Bisnis.com

Praktis tidak ada satu jenis usaha atau produk yang tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19 yang sampai kini masih terus menyebar ke berbagai pelosok negeri. Dampak atau ancaman covid terhadap aktivitas produksi dan keberlangsungan dunia usaha, diprediksi dalam waktu dekat akan menjadi persoalan pelik yang akan dihadapi. 

Publik mengapresiasi pemerintah yang bergerak cukup cepat untuk misalnya menyediakan program jaring pengaman sosial (social safety net) untuk membendung dampak negatif covid pada masyarakat. Pemerintah telah menggelontorkan Rp110 triliun, ditambah berbagai jenis bantuan lain untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak. Itu dari sisi demand. 

Dari sisi supply, tantangannya tidak kalah berat. Pemerintah harus bisa memastikan tersedianya bahan kebutuhan pokok, aneka pangan olahan, dan berbagai jenis kebutuhan dasar masyarakat. Bagaimana menjamin stok beras, suplai bahan makanan yang kerap bergantung pada impor seperti gula, daging, dan bawang putih, mengingat negara-negara yang menjadi asal produk itu ikut terdampak oleh pandemi Covid-19. Namun satu hal yang pasti, masyarakat dan rumah tangga Indonesia tidak akan kekurangan garam. Garam akan selalu hadir untuk menjadi penyedap rasa di setiap waktu makan bersama keluarga di rumah.  

Semakin Murah Meriah

Jauh sebelum Covid-19 muncul dan menjadi pandemi, bangsa Indonesia sudah kelebihan pasokan untuk tidak mengatakan kebanjiran garam. Garam tidak hanya mudah didapatkan, tapi juga gampang dimiliki karena harganya sangat murah. Harga garam rakyat saat ini anjlok ke sekitar Rp200 - 300 per kilogram, lebih kecil dari biaya produksi. Harga murah meriah yang setara dengan sepersepuluh ongkos yang dibayarkan ke tukang parkir di pinggir jalan itu, membuat makanan penyedap rasa ini nyaris tidak bernilai sebagai sebuah komoditi pangan strategis. 

Akibatnya, garam rakyat hasil keringat ratusan ribu petani itu menumpuk di gudang-gudang, di berbagai sentra produksi garam. Mudah ditebak nasib sekitar 750 ribu petani garam yang tersebar mulai dari ujung timur Pulau Madura yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Cirebon, Indramayu, dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. 

Apakah karena produksi yang terlampau besar sehingga pasar tidak sanggup menyerap garam rakyat? Tidak juga. Kemampuan produksi para petani garam hanya sanggup memenuhi separuh dari kebutuhan nasional garam setiap tahun. Tahun 2019 misalnya, produksi garam nasional sekitar 2,3 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 4,5 juta ton.

Perlu Tindakan Penyelamatan

Setidaknya dua hal yang menjadi penyebab harga garam jatuh. Dari sini sekaligus jalan keluar harus ditempuh. Penyebab pertama, impor yang melebihi kebutuhan. Data Kemenko Perekonomian menunjukkan, pada tahun 2018, defisit garam nasional sebesar 1,8 juta ton. Namun, garam impor yang masuk ke Indonesia mencapai 2,7 juta ton. Akibatnya, terjadi surplus hampir 1 juta ton. Kondisi ini kembali terjadi di tahun berikutnya. Impor garam tahun 2019 menyebabkan pasar kelebihan pasokan sekitar 1,6 juta ton di awal tahun 2020.

Para petani melalui Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) menengarai tingginya impor dalam tiga tahun terakhir karena pemerintah lebih mementingkan garam dari luar negeri ketimbang garam lokal. Namun, pemerintah berdalih bahwa impor didasarkan pada kebutuhan riil dunia industri yang menggunakan garam sebagai bahan baku produksi. Kualitas garam lokal dianggap belum bisa memenuhi kebutuhan dunia industri yang mensyaratkan garam kualitas tinggi, dengan kandungan Natrium Chlorida (NaCl) di atas 97 persen.

Dengan demikian, jalan keluar pertama yang bisa segera ditempuh pemerintah adalah mengendalikan volume impor garam. Pemerintah tentu tidak bisa menghentikan impor garam saat ini karena industri amat membutuhkan pasokan bahan baku, khususnya industri kimia. Namun melakukan impor yang jauh di atas kebutuhan, akan membuat over supply semakin besar dan membuka peluang garam impor untuk pasar industri merembes ke pasar konsumsi, sehingga harga garam petani di pasar babak belur. Sebagai konsekuensi, kualitas garam lokal harus bisa ditingkatkan agar mampu memenuhi standard pasar industri.

Penyebab kedua, garam dianggap bukan lagi sebagai barang penting. Peraturan Presiden atau Perpres No.71/2015 tidak lagi mencantumkan garam sebagai barang penting. Sejak saat itu, harga garam mengalami fluktuasi dan kerap anjlok di pasaran. Menyadari hal itu, Kemenko Kemaritiman dan Investasi pada tahun lalu sudah menegaskan bahwa pemerintah akan kembali memasukkan garam sebagai komponen barang penting, khususnya garam rakyat kualitas terbaik atau KW1 (Bisnis.com, 12/7/19). Dengan dimasukkan sebagai barang penting, maka harga garam akan aman dari fluktuasi karena harga dasarnya ditetapkan oleh pemerintah.                

Namun, Perpres No.59 tahun 2020 tentang perubahan atas Perpres No.71/ 2015 yang baru ditantangani 8 April lalu, kembali tidak memasukkan garam sebagai barang penting. Yang ditetapkan sebagai barang penting hanya benih padi, jagung, dan kedelai, pupuk, gas elpiji 3 kilogram, triplek, semen, besi baja konstruksi, dan baja ringan. Garam yang notabene dikonsumsi oleh seluruh rumah tangga Indonesia dan dibutuhkan oleh industri nasional tidak dimasukkan dalam kelompok ini.

Karena itu, jalan keluar kedua yang bisa ditempuh adalah merevisi Perpres No.59/2020 di atas sebagaimana yang sudah dijanjikan oleh pemerintah sebelumnya. Pasal 12 ayat 7 pada beleid itu menyebutkan bahwa jenis barang kebutuhan pokok dan atau barang penting sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dapat diubah dengan Peraturan Menteri berdasarkan keputusan rapat koordinasi yang dipimpin oleh menteri koordinator, yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perekonomian. Revisi Perpres itu mendesak dilakukan terutama untuk menegaskan keberpihakan pemerintah kepada para petani dan perekonomian rakyat, yang selama ini ditunjukkan oleh Presiden.

Peran PT Garam

Indonesia memiliki BUMN yang berperan sentral dalam membangun industri garam nasional yaitu PT Garam yang berlokasi di Sumenep, Jawa Timur. Dalam konteks pasokan yang berlebih di pasaran, PT Garam menghadapi beban yang cukup berat karena harus mengambil peran untuk melindungi petani. Demi mengurangi beban mereka, PT Garam bersedia membeli garam petani dengan harga yang sedikit lebih baik dengan resiko kelebihan stok (produksi sendiri maupun garam rakyat) dan menghadapi kendala penjualan.

Dalam situasi yang serba sulit, manajemen PT Garam harus bisa menemukan solusi-solusi kreatif dan inovatif, khususnya pada sisi produksi dan pemasaran. Langkah-langkah seperti menghadirkan berbagai garam olahan yang berorientasi kesehatan seperti garam rendah sodium untuk diet, garam kumur untuk mengurangi bakteri dalam mulut, garam untuk mencuci buah dan sayur, hingga garam spa, perlu terus dikembangkan terutama dalam situasi wabah Covid-19 saat ini dimana kesehatan menjadi perhatian utama.

Yang tidak kalah penting adalah keputusan PT Garam dari usaha penyedia bahan baku, kini masuk ke sektor industri hilir dengan dukungan tiga pabrik garam industri di Segoromadu - Gresik, Camplong-Sampang Madura, dan Manyar - Gresik dengan total kapasitas sekitar 130.000 ton per tahun. Perseroan juga akan mengembangkan produk-produk yang dapat digunakan untuk industri pertambangan, pupuk, dan petrokimia, agar bisa bersinergi dengan BUMN lain di cluster yang berbeda. Semua langkah ini harus disertai inovasi dan kerja keras untuk meningkatkan kualitas agar garam produksi dalam negeri bisa memenuhi standard industri, sehingga para petani dan perseroan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.  

Penulis: Pemerhati Industri Garam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam covid-19
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 03, 2020 at 12:41PM
https://ift.tt/3aZVE4y

OPINI: Covid-19, Garam dan Nasib Petani - Bisnis.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

OPINI: 4 Cara Machine Learning Perkuat Revolusi Mobilitas - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan Gotthard Tunnel, terowongan kereta api terpanjang dan terdalam di dunia di Swiss, mampu memangkas kemacetan dan polusi berkat pemindahan puluhan ribu truk kargo dari jalan raya Alpen.

Meskipun rekayasa teknik modern ini mampu memberikan keuntungan baik bagi masyarakat sipil dan dunia bisnis, namun proyek konstruksi seperti ini bukan merupakan satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas transportasi dan logistik (T&L) di masa depan.

Di dunia yang semakin kompetitif dan serba-terhubung ini, semakin banyak perusahaan T&L yang beralith ke layanan machine learning berbasis cloud baru yang mampu membantu mereka meningkatkan efisiensi serta menghadirkan pengalaman layanan yang makin baik dan memuaskan bagi pelanggan mereka.

Konvergensi cloud dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ini memungkinkan terciptanya inovasi yang luas dalam teknologi mandiri, khususnya dalam mobilitas.

Ini juga akan mengubah pola permainan yang ada, karena menurut PWC, saat ini 68 persen kepala perusahaan T&L percaya bahwa perubahan dalam teknologi inti penyediaan layanan akan mengganggu industri mereka dalam lima tahun ke depan.

Sementara, 65 persen mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama untuk mengantisipasi kemajuan saluran distribusi.

Ada empat bidang utama di mana machine learning mendorong revolusi mobilitas untuk industri transportasi dan logistik: memprediksi permintaan dan optimalisasi rute; mengemudi dan memetakan secara mandiri; robotika; dan pendeteksian adanya anomali.

Misalnya, Konvoi, yang mengganggu industri angkutan truk bernilai $800 miliar ini, dapat mengoptimalkan rute dengan memanfaatkan model machine learning.

Industri Angkutan barang di Amerika Serikat merupakan jaringan pengirim dan pengangkut yang terfragmentasi, serta masih bekerja menggunakan perantara manusia, sehingga menjadi tidak efisien dan mengakibatkan peningkatan sebesar 40 persen dari 95 miliar mil jarak tempuh pengemudi truk Amerika setiap tahunnya.

Melalui teknologi ini, konvoi nantinya mampu menganalisis jutaan pekerjaan pengiriman untuk memberikan efisien tertinggi di industri - meningkatkan keuntungan dengan mengurangi jarak kosong, dan yang terpenting, mengurangi emisi.

Saat ini, industri trucking sedang mengalami kekurangan sedikitnya 100.000 pengemudi secara nasional. Satu solusinya adalah truk yang dapat mengemudi sendiri.

Di TuSimple, tim teknologi mengerahkan lebih dari 100 modul AI berbasis cloud yang dapat secara aman dan efisien melakukan pengiriman komersial mandiri lebih dari 100 mil.

Dengan kecepatan 65 mil per jam, algoritma AI TuSimple canggih yang terpasang pada truk bermuatan, yang dapat membedakan jenis kendaraan yang berbagi jalan, serta menentukan kecepatannya, sehingga dapat menjaga truk berada di posisi aman pada jalurnya dengan akurasi hingga +/- 5 sentimeter.

Di Asia Tenggara, Grab, perusahaan penyedia wahana angkutan, ingin meningkatkan algoritma Matching and Supply secara realtime berdasarkan permintaan.

Perusaahan itu beralih ke alat learning machine untuk mengakses perhitungan data secara real-time dan aliran data yang mendukung 1,5 juta pemesanan perjalanan, pada akhirnya meningkatkan kinerja matching and supply sebesar 30 persen.

Contoh lain dari penerapan AI dan machine learning yang berdampak positif pada industri T&L adalah penggunaan Lyft dari solusi analisis deret waktu berbasis AI. Teknologi itu secara otomatis dapat menunjukkan adanya anomali yang menandakan masalah bisnis yang lebih besar, dan mendeteksi insiden yang memerlukan inspeksi.

Lyft memberikan penghematan biaya yang sangat besar karena tidak harus berinvestasi secara besar untuk in-house data ataupun memeriksa dashboard secara manual

Keakuratan prediksi, merupakan faktor utama bagi perusahaan T&L. Aramex, perusahaan yang berbasis di UEA - menyediakan layanan pengiriman ekspres, pengiriman barang dan belanja online domestik dan internasional. Operasi transit secara langsungnya dapat menangani ribuan permintaan setiap menit.

Dengan menggunakan layanan berbasis cloud yang dikelola secara penuh, memungkinkan pengembang dan ilmuwan data untuk melatih, membangun, dan menyebarkan model AI dan ML. Aramax melihat adanya peningkatan 74 persen dalam akurasi prediksi waktu transit, menurunkan panggilan layanan terkait pengiriman hingga 40 persen.

Machine learning berbasis cloud dan alat AI juga merupakan jantung dari Amazon.com, yang berhasil mengirimkan milyaran paket per tahun secara efisien- mulai dari saat pelanggan melakukan pemesanan hingga penyelesaian serta pengiriman.

Kami menggunakan algoritma prakiraan untuk memperkirakan apa yang mungkin dipesan pelanggan untuk memastikan kami memiliki cukup persediaan di gudang kami.

Layanan AI dan machine learning kami di AWS juga memberi daya pada robot di pusat penyelesaian kami, metode yang digunakan untuk bekerja dengan mitra pengiriman kami, dan bahkan untuk mengoptimalkan rute pengiriman kami.

Pelajaran dari beberapa tahun terakhir adalah sangat jelas: Untuk menjadi kompetitif dalam industri T&L tidak selalu harus lebih rumit, dan keuntungan datang hanya dengan efisiensi yang didorong oleh teknologi.

Untungnya, inovasi baru dalam AI dan ML memberikan bisnis ini keuntungan besar dengan memberi mereka alat canggih yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah terbesar mereka dan berkembang.

**Penulis adalah Swami Sivasubramanian, Vice President, Amazon Machine Learning, AWS

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
April 30, 2020 at 09:35AM
https://ift.tt/3d4EPGP

OPINI: 4 Cara Machine Learning Perkuat Revolusi Mobilitas - Liputan6.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

[OPINI] Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Semakin Terlupakan - IDN Times

Dalam rangka menyelamatkan bangsa dari keterpurukan dan juga sebagai upaya mendikte perkembangan teknologi yang begitu pesat yaitu antara kompetensi hard skill dengan soft kill haruslah seimbang. Mengesampingkan karakter namun lebih mengutamakan wawasan dan pengetahuan dinilai sebagai sebuah strategi yang kurang tepat. Maka dari itu, sangat dibutuhkan pendidikan karakter seperti yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara yaitu pendidikan sebagai sebuah sarana yang dapat memahami dunia dan senantiasa masyarakat siap untuk mengubahnya. Pada intinya, bahwa pendidikan karakter sebagai proses menjembatani pembelajaran sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan realitas sosial.

Urgensi pendidikan karakter lainnya, mampu menopang kepribadian bangsa beradab dan berkualitas. Kini, konsep pendidikan karakter di Indonesia seperti kehilangan arah, padahal kita mempunyai sosok tokoh ulung yaitu bapak Ki Hajar Dewantara. Beliau yang telah meletakkan dasar-dasar sistem pendidikan di Indonesia, walaupun kita masih menggunakan sistem tersebut, akan tetapi hari demi hari kian tersingkirkan. Lalu, seperti apa konsep pendidikan karakter ala Ki Hajar Dewantara yang harus kita bumikan untuk masa depan Indonesia kelak?

Sistem Trilogi

Ki Hajar Dewantara menawarkan sistem “trilogi” yang berperan membina dan mendidik anak dengan melibatkan peran orang tua, sekolah, dan masyarakat. Peran orang tua sebagai penentu karakter anak mendapatkan penanaman moral dan akhlak sejak dini diberlakukan oleh orang tua, karena berpengaruh besar dalam menentukan pencapaian tujuan cita-cita anak. Sebagai pembuat kebijakan praksis berlandaskan nilai-nilai kebajikan yang melekat pada sifat naluri manusia seperti kejujuran, kesopanan, kedermawanan, dan etos kerja yang tinggi menciptakan kepribadian anak yang berkualitas. Sebaliknya perilaku negatif orang tua akan menyebarkan “virus” kepada anaknya. Mereka terbawa pada perilaku negatif orang tua sehingga menimbulkan sikap tak acuh di dalam dirinya. Terjalinnya komunikasi yang baik antara orangtua dan anak mampu menciptakan rasa tenggang yang tinggi sehingga menimbulkan saling pengertian di antara keduanya.

Saat ini, sekolah sangat ambisius untuk mencetak siswa pandai dengan meraih nilai tertinggi dan dalam rangka mengejar ataupun meningkatkan citra sekolah. Sekolah telah luput dari penanaman nilai-nilai pendidikan karakter. Hakikatnya, pendidikan mempunyai dua makna ganda yaitu, pendidikan untuk mencapai kebutuhan aspek kognitif dan pendidikan sebagai pembentuk jati diri siswa. Sebagai pembentuk peran sekolah amat penting, melalui tangan dingin seorang guru dalam istilah Jawa dikenal dengan “digugu lan ditiru”. Filosofi ini mengajarkan guru yang baik adalah guru yang tidak menjadi penguasa, tetapi sebagai pembimbing dengan keramahtamahan. Dalam proses mentransfer ilmu guru tidak memberikan tekanan ataupun tuntutan berat dalam kondisi yang demikian, menimbulkan anak didik yang stress dan frustasi mengarahkan pada perilaku menyimpang. Maka dari itu, diupayakan memberikan motivasi dan stimulasi secara komperhensif.

Masyarakat sebagai faktor penilai dan pengendali tingkah laku anak, hanya mempunyai sedikit peran namun dalam ruang lingkup yang tidak dibatasi. Dalam lingkungan yang luas ini, anak secara tidak langsung mendapatkan pengajaran yang pantas atau tidak pantas dijadikan pegangan hidup sebagai makhluk sosial. Ketiga peran tersebut, menurut Ki Hajar Dewantara jika direflesikan pada pendidikan karakter di tengah kemutakhiran teknologi dinilai sangat tepat untuk diterapkan oleh sekolah, dalam memberikan pengaruh dunia pedagogi kini dan esok.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Metode Among

Metode Among berkaitan dengan kata dasar Mong yang mencakup Momong, Among, dan Ngemong. Momong dalam bahasa Jawa berarti merawat dengan tulus dan penuh kasih sayang disertai dengan doa dan harapan serta mentransformasi anak agar selalu berada di jalan kebenaran. Sedangkan Among, termasuk proses walang wuruk berarti pengajaran tentang nilai kebaikan dan keburukan disertai dengan pengenalan hukuman terhadap contoh perilaku di tahap ini sesuai dengan kodratnya. Terakhir, Ngemong adalah suatu proses mendidik agar anak dapat bertanggung jawab dan displin atas perbuatan yang telah dilakukan.

Dalam ketiga sikap itu dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa melalui peran guru di sekolah, orang tua di rumah, dan lingkungan masyarakat mewadahi tumbuh dan kembang perilaku anak dalam meraih impian mereka. Tugas mereka adalah bukan sekedar mendikte, melainkan menjadi pemandu untuk mendukung pola pikir dan tumbuh kembang anak. Sistem among mengajarkan arti kemerdekaan dalam dunia pedagogi. Pendidikan bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang mapan akal budi dan pekerti bukan untuk mengupayakan kehidupan berdasarkan kekuasaan pihak berintelek tapi melupakan pendidikan karakter sebagai titik tolak ukur seorang ilmuwan. Perilaku siswa yang negatif lahir sebagai akibat dari sistem kegiatan sekolah yang membosankan dan dinilai sangat menyimpang dari sistem among.

Sistem among berlandaskan pada ketiga hal berikut. Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha ( Di Depan Memberikan Keteladanan), Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah Memberi Semangat), dan Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan). Jadi, secara tersirat dalam hal ini adalah para orang tua, guru, dan masyarakat tidak hanya menjadi suri teladan tetapi juga menciptakan semangat sehingga mendorong agar anak dapat memberdayakan diri demi pencapaian tujuan hidupnya. Pembebasan dalam pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara adalah yang diawasi dan dibatasi, maksudnya dengan memberikan teguran dan arahan ketika anak mengambil jalan yang keliru.

Ki Hajar Dewantara juga berpendapat bahwa kebebasan berpendidikan itu bersifat relatif melalui penerapan pembelajaran metode “trilogi” dan “among”. Merujuk pada ajaran-ajaran Ki Hajar Dewantara lebih bersifat nasionalitas, beliau banyak menganggas ide-ide mengenai masyarakat Indonesia yang belum terjamak oleh pendidikan. Gagasan beliau yang gemilang dengan mendirikan Taman Siswa dan tidak mengambil kebudayaan asing yang akan dikonstruksikan dalam sistem tatanan pendidikan di Indonesia, melahirkan dasar-dasar pendidikan nasional yang masih digunakan hingga saat ini. Beliau mengembangkan sistem pendidikan multikultural berkeadilan yang bersifat egaliter dan senantiasa menumbuhkan toleransi terhadap keragaman budaya masyarakat. Jika setiap orang sama di hadapan hukum, maka begitu juga dengan setiap individu yang mendapatkan hak dan kesempatan yang sama. Konsep pendidikan ini mampu menjawab tantangan di tengah keberagaman yang semakin kompleks.

Baca Juga: [OPINI] Kuliah Daring, Bagaimana Rasanya? Banyak Sambatnya~

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 03, 2020 at 04:59AM
https://ift.tt/3davZrf

[OPINI] Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Semakin Terlupakan - IDN Times
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

OPINI: Bagaimana Teknologi Mendukung Negara-Negara Asia di Tengah Era Disrupsi? - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Ketika perusahaan-perusahaan Asia berjuang menghadapi serangkaian gangguan sosial, politik dan alam, kegiatan mengelola dan memelihara operasional bisnis dengan para staf yang harus bekerja dari rumah menjadi kekhawatiran yang terus meningkat.

Akhirnya, kondisi ini menjadi fenomena keseharian. Ya, Asia kini memiliki tantangan baru yang cukup kompleks.

Meski negara-negara di wilayah ini menjadi pusat ekonomi global, Asia masih rentan terhadap ketidakstabilan dan disrupsi, baik yang diakibatkan oleh alam maupun buatan manusia.

Konvergensi beberapa negara Asia yang paling dinamis dan terkonsentrasi di dunia kini dibayangi oleh fakta bahwa kita berada di salah satu kawasan yang secara alami paling bergejolak dan tidak dapat diprediksi.

Volatilitas – Sebuah Norma Baru

Sebagian besar perusahaan di Asia dulu menganggap ketahanan dan kontinuitas bisnis sebagai hal tidak terlaku dipikirkan, namun kini menjadi prioritas.

Unjuk rasa di Hong Kong, kebakaran hutan di Australia, dan wabah COVID-19 di Asia dan sekitarnya, telah membuat banyak perusahaan berjuang menangani karyawan yang tidak dapat berkantor secara fisik, namun masih harus 'hadir' dan produktif bagi perusahaan.

Teknologi Menawarkan Bantuan Ketika Dibutuhkan

Pada saat jutaan orang terisolasi di seluruh wilayah Asia, peran penting teknologi dan bagaimana teknologi menjaga mesin ekonomi dunia agar tetap berjalan, menjadi sorotan publik.

Di tengah gejolak yang terjadi beberapa bulan terakhir, serangkaian software, solusi, dan aplikasi berhasil memastikan bahwa perusahaan-perusahaan Asia yang berpikiran maju mampu untuk dapat tetap beroperasi, sembari melewati ketidakpastian yang terjadi.

Tidak diragukan lagi bantuan dari teknologi cloud. Adopsi layanan cloud public, private, dan hybrid telah memudahkan akses dan ketersediaan data-data penting.

Di saat yang sama, transisi infrastruktur berbasis hardware ke infrastruktur yang diatur oleh software menunjukkan akses fisik ke pusat data tidak lagi diperlukan dan kegiatan operasional pusat dapat ditangani jarak jauh atau oleh jumlah staf yang minimum. Dengan demikian, ‘jantung’ dari banyak perusahaan dapat terus terpompa.

2 dari 3 halaman

Tenaga Kerja yang Benar-Benar Mobile

VDI (Virtual Desktop Infrastructure) dan DaaS (Desktop as a Service) merupakan contoh sempurna bagaimana teknologi menjaga agar perusahaan-perusahaan di Asia tetap beroperasi.

VDI adalah desktop yang tersimpan di cloud dan biasanya terletak di pusat data internal perusahaan, serta dioperasikan dan dikelola oleh personel TI internal.

VDI memberi kemampuan untuk menyesuaikan dan mengontrol hardware serta lingkungan internal perusahaan, yang ideal bagi perusahaan dengan data sangat sensitif. Infrastruktur yang fleksibel juga dapat diperluas dengan mudah melalui langkah-langkah kecil.

Hal ini merupakan solusi optimal dalam menghadapi peningkatan permintaan tidak terduga, seperti yang kita lihat dalam peristiwa-peristiwa tak terduga baru-baru ini.

Dengan demikian, manfaat VDI yang sesungguhnya bagi perusahaan adalah menghadirkan mobilitas dan fleksibilitas bagi personel tanpa mengorbankan keamanan, produktivitas, atau kinerja bisnis. VDI memungkinkan karyawan bekerja dari mana saja, di perangkat apa saja dengan akses yang aman dan lengkap ke desktop, file, dan jaringan kerja mereka.

Pada puncak kerusuhan Hong Kong, raksasa-raksasa keuangan di kota tersebut menggunakan VDI untuk memaksimalkan keselamatan staf mereka, menghindari perjalanan yang tak terduga dan berbahaya, serta memungkinkan mereka beroperasi dengan aman pada kapasitas puncak.

Di sisi lain, DaaS menjadi solusi outsourced yang menyediakan desktop virtual. DaaS tidak bergantung, atau mengkonsumsi hardware internal apa pun.

DaaS memberikan fleksibilitas, keselamatan, keamanan, dan akses yang sama seperti VDI, namun ditangani sepenuhnya oleh pihak ketiga dan disimpan di cloud mereka.

3 dari 3 halaman

Masa Depan Berbasis Software

Model VDI dan DaaS memberi perusahaan-perusahaan Asia pilihan sederhana dan dapat diakses untuk memastikan staf mereka tetap produktif dan efisien di mana pun mereka berada secara fisik.

Kedua model ini ditetapkan sebagai pilar utama pada strategi kontinuitas wilayah Asia, seiring dengan kondisi perusahaan yang ingin mengurangi risiko dan gangguan di masa depan.

Bagaimana dengan perusahaan yang kurang beruntung, yang memiliki tenaga kerja terisolasi dari kantor serta tidak dapat bekerja? Kami juga memiliki solusi bagi mereka.

Karena VDI dan DaaS adalah solusi berbasis cloud, ruang kerja virtual untuk tim, pelanggan, atau mitra dapat beroperasi dalam waktu kurang dari satu jam.

Staf yang terisolasi dapat memiliki akses yang aman ke aplikasi apa pun hanya dari web browser di rumah mereka, tanpa perlu mengunduh atau memutakhirkan software. Semuanya hampir sesederhana mengarahkan kursor dan mengklik.

Untuk perusahaan-perusahaan cerdas di Asia, pendekatan bijaksana mereka di wilayah yang bergejolak ini telah membuahkan hasil.

Sementara bagi perusahaan-perusahaan lain di wilayah ini, semakin cepat kita menerapkan tool-tool modern untuk menjaga staf tetap mobile dan produktif, menjaga bisnis agar tangguh terhadap disrupsi, serta menjaga negara-negara di wilayah ini agar terus bertumbuh dalam masa-masa yang bergejolak, maka semakin cepat kita memperkuat peran penting Asia.

Hal ini tergantung pada kita semua untuk memastikan bahwa Asia terus memimpin ekonomi global di era selanjutnya.

**Penulis adalah Matt Young, Senior Vice President and Head of Sales, Asia Pasifik dan Jepang, Nutanix

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
April 28, 2020 at 08:57AM
https://ift.tt/2zBEwFg

OPINI: Bagaimana Teknologi Mendukung Negara-Negara Asia di Tengah Era Disrupsi? - Liputan6.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Meriahkan Hardiknas 2020, Kemendikbud Selenggarakan Lomba Opini, Poster, dan Video - MONITOR.CO.ID

Salah satu karya peserta. Foto : Istimewa

MONITOR, Jakarta – Wabah Virus Coronavirus Disease 2019 (Covid -19) yang melanda dunia memberikan dampak yang besar kepada segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun, kondisi ini tidak mematahkan semangat para mahasiswa untuk berkreasi.

Untuk mewadahi kreativitas tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (PPN) menggelar tiga lomba tingkat mahasiswa yang dimulai dari jenjang diploma 3 (D-3) sampai dengan jenjang sarjana (S-1).

Ketiga lomba tersebut antara lain kompetisi poster, penulisan opini, dan video opini. Kegiatan ini digelar selama hampir satu bulan penuh yaitu pada tanggal 3 s.d. 25 April 2020.

Widget Situasi Terkini COVID-19



Plt Kepala PPN, Asep Sukmayadi mengatakan, kompetisi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020, dan memberikan wadah kepada mahasiswa agar terus produktif, kreatif, dan inovatif dari rumah.

“Dalam rangka Hardiknas 2020, kami sebagai satker baru di Kemendikbud menggelar tiga lomba untuk mahasiswa, agar mereka tetap inovatif walaupun di rumah,” kata Asep di Jakarta, pada Sabtu (02/05/2020).

Peserta lomba yang mendaftar berjumlah 20.457 mahasiswa. Menurut Asep, ini membuktikan tingginya tingkat minat mahasiswa dalam berkreatif dirumah masing-masing.

Dari 20.457 mahasiswa tersebut, di antaranya 12.906 mahasiswa mengikuti kompetisi poster, 1.163 mahasiswa mengikuti kompetisi video opini, dan 6.388 mahasiswa mengikuti kompetisi penulisan opini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memacu semangat banyak mahasiswa lainnya untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan hal-hal positif di tengah pandemi covid-19,” harap Asep.

Kegiatan ini dinilai dengan 2 tahapan, yaitu tahap administrasi dan tahap substansi yang dinilai oleh tim pakar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Hasil dari proses kompetisi yang telah dilaksanakan ini berupa terpilihnya karya-karya terbaik mahasiswa Indonesia di tengah wabah covid 19.

Terbaik pertama untuk kompetisi bidang poster diraih oleh Gardas dari Universitas Bosowa, diikuti Basith Alif Wahyujati dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai terbaik kedua dan Hijrana dari Universitas Mulawarman sebagai terbaik ketiga.

Untuk kompetisi penulisan opini, terbaik pertama diraih oleh Alvin Ivander dari Universitas Sumatera Utara, terbaik kedua diraih oleh Muh. Agung Prayoga dari STIKES Muhamadiyah Gombong dan terbaik ketiga diraih oleh Siti Zenita Rahmawati dari Unversitas Kediri.

Sedangkan untuk kompetisi video opini, terbaik pertama diraih oleh Dimas Putra Nanda Waspodo dari Institu Teknologi Sepuluh November, terbaik kedua diraih oleh Gloria Qavahntanael dari Universitas Surabaya dan terbaik ketiga dirai oleh tim polimedia 3 dari Politeknik Negeri Media Kreatif.

Tahun ini, Kemendikbud selaku panitia peringatan Hardiknas Tahun 2020 mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020.

Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hardiknas 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.

Peringatan Hardiknas Tahun 2020 bisa dilakukan secara kreatif dengan memerhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 02, 2020 at 07:40PM
https://ift.tt/2xoUKRc

Meriahkan Hardiknas 2020, Kemendikbud Selenggarakan Lomba Opini, Poster, dan Video - MONITOR.CO.ID
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Opini: Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19 - kumparan.com - kumparan.com

Di dalam menempa pendidikan dan selama mengeyam pendidikan itu sendiri, tentu tentu anak-anak bangsa tidak hanya sekedar memperoleh dan membutuhkan lembaran ijazah dan tanda surat kelulusan dari sekolah. Akan tetapi, lebih dari itu. Anak-anak bangsa harus mendapatkan pencerdasan pola pikir yang terbentuk dan karakter yang kuat dan tangguh. Kemudian tumbuh dalam dirinya. Maka dari itulah, anak anak bangsa ke depan diharapkan dapat mandiri dan bertanggung jawab bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya. Dengan demikian, potret dalam dunia pendidikan harus berkualitas, terjangkau, adil, merata, yang kemudian terbungkus menjadi wajah pendidikan untuk semua lapisan masyarakat, dalam rangka membentuk anak-anak bangsa yang cerdas dalam pola pikir, mental, karakter, berakhlakul karimah hingga mampu membentuk manusia-manusia Indonesia yang dapat berpikir mandiri, kritis, kreatif, inovatif, terampil dan mempunyai keinginan yang besar dalam belajar. Sehingga setelah lulus, para insan intelektual ini dapat berkarya besar dan berkarya nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 02, 2020 at 01:11PM
https://ift.tt/3fg5v9Q

Opini: Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19 - kumparan.com - kumparan.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Friday, May 1, 2020

[OPINI] Penerapan Smart City di Indonesia, Bisakah Dijalankan? - IDN Times

Adanya pembangunan wilayah dan kota di Indonesia tak lepas dari adanya sebuah inovasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sendiri dalam membangun sebuah kota dan wilayah yaitu dengan mengadopsi Smart City. Smart City sendiri merupakan pembangunan kota berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Di mana Smart City ini dalam penerapannya menggunakan Internet of Things (IoT) dalam membangun kota. Di Indonesia sendiri inovasi Smart City sendiri sudah dilakukan di berbagai kota besar mulai Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Di mana kota-kota yang sudah mulai mengimplementasikan adanya inovasi Smart City  ini sudah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelolanya. Salah satunya yaitu Kota Surabaya di mana kota ini sudah mengimplementasikan inovasi Smart City misalnya menerapkan sistem tilang online.

Penerapan Smart City  di Indonesia saat ini merupakan salah satu aspek utama Pemerintah Indonesia dalam mendukung adanya pembangunan kota dan wilayah di Indonesia di mana pemerintah berupaya untuk membangun kota yang lebih baik dengan mengadopsi beberapa Inovasi. Salah satunya dengan menerapkan konsep Smart City ini di mana penerapan Smart City ini merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan problematika perkotaan. Konsep Smart City sendiri terdapat 6 konsep yaitu smart people, smart economy, smart mobility, smart enviroment, smart living, dan smart government.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Salah satu kunci utama dalam mendukung adanya sebuah Smart City yang ada di Indonesia adalah kesiapan Infrastruktur yang ada di dalam daerah ataupun wilayah tersebut serta Sumberdaya Manusia (SDM), adanya Smart City ini harus ada kemampuan pengelolaan dan perencanaan proyek pembangunan yang baik. Infrastruktur merupakan persyaratan utama untuk membangun kota di Indonesia dengan mengadopsi Smart City, pada dasarnya Smart City ini dalam penerapannya Infrastruktur merupakan sebuah aspek utama di mana nantinya sebuah kota atau wilayah yang berbasis Smart City ini menghubungkan beberapa Infrastruktur yang ada seperti infrastruktur fisik, IT, sosial, dan bisnis maka dari itu pelayanan dasar dari Infrastruktur harus dipenuhi oleh kota itu sendiri. Pelayanan paling dasar yang harus pemerintah siapkan untuk mewujudkan adanya Smart City ini seperti rumah serta sanitasi, kedua hal tersebut merupakan contoh pelayanan dasar yang harus disiapkan oleh pemerintah karena hal tersebut merupakan salah satu aspek utama. Serta Sumber daya manusia juga diperlukan dalam menerapkan Smart City ini, di mana sumber daya manusia merupakan aspek terpenting dari penerapan konsep Smart City. Sumber daya manusia yang baik serta mengetahui akan teknologi merupakan penunjang keberhasilan dari penerapan Smart City di Indonesia.

Baca Juga: [OPINI] Mengukur Bahayanya Gerakan Anarko Sindikalis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 01, 2020 at 08:07PM
https://ift.tt/2YqwLw6

[OPINI] Penerapan Smart City di Indonesia, Bisakah Dijalankan? - IDN Times
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Thursday, April 30, 2020

"The New-Normal" Itu Mulai Dilakukan | Mobile HarianTerbit.com - Harian Terbit

Oleh: Swary Utami Dewi, Anggota Tim Penggerak Percepatan Perhutanan Sosial (TP2PS)

30 April 2020, Gelombang 1, angkatan 1 dan 2, e-learning pendampingan Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), kerjasama BP2SDM dan Ditjen PSKL berakhir 30 April 2020. Selama empat hari, 27-30 April 2020, pelatihan jarak jauh ini diikuti total 480 orang pendamping dan petani Perhutanan Sosial dari berbagai tempat di Indonesia.

Pada pagi 30 April 2020, saya menggawangi sesi "Pengelolaan Pengetahuan" di Pusdiklat Jakarta. Sebelumnya, Selasa 28 April 2020, saya menjadi tutor bertemakan "Pendampingan Tahap Awal" di BDLHK Makassar.

Selama empat hari ini saya terkesan dan senang melihat semangat belajar para pendamping dan petani yang luar biasa. Peserta, seperti halnya para tutor, belajar melakukan pertemuan belajar jarak jauh menggunakan teknologi digital. Banyak kesan lucu yang timbul saat ada yang bingung menggunakan zoom, bagaimana mematikan suara, menghidupkan layar dan sebagainya. Teriakan gembira dan takjub muncul saat dilakukan gladi resik oleh Balai Latihan Makassar pada Minggu, 26 April 2020. Peserta kaget dan kagum bisa melakukan pertemuan jarak jauh dan saling menyapa rekan-rekannya untuk menuangkan rasa rindu karena sudah beberapa saat tidak bertemu.

"The new-normal" pun dialami peserta selama 4 hari ini. "The new" karena rata-rata baru melakukan belajar dengan menggunakan teknologi digital untuk belajar jarak jauh. "Normal" karena sesudah satu dua hari, peserta lancar menggunakannya, meski sesekali mengalami gangguan sinyal bagi mereka yang berada cukup jauh di suatu desa. Sesekali terdengar teguran seorang peserta kepada temannya yang lupa menggunakan mode "mute" saat tutor memberikan materi dan mengakibatkan latar suara yang cukup mengganggu bagi yang lain.

Ringkasnya, selama  empat hari e-learning LHK, proses belajar dengan materi padat dan serius sebanyak delapan sesi, bisa dijalani dengan baik dan semangat oleh kebanyakan peserta. Bahkan kesan santai dan menikmati juga muncul. Ada misalnya seorang penyuluh perempuan dari Sulawesi Tengah yang ikut tutorial sambil memasak. Ada pula peserta yang mendengarkan materi sambil berkendaraan karena saat itu musti beraktivitas lain. Tingkah laku dan celetukan peserta dalam logat daerah masing-masing membuat suasana menjadi makin meriah dan akrab.

Sore dan malamnya, peserta disibukkan dengan PR dan modul untuk dibaca. Sebelumnya, dari pagi sampai siang, sehabis sesi, selalu ada semacam kuis singkat. Selanjutnya peserta juga membuat Rencana Tindak Lanjut yang bisa diterapkan di lokasinya masing-masing sesudah pelatihan ini selesai.

Meski kadang diselingi hambatan jaringan, secara keseluruhan pelatihan gelombang 1 ini saya nilai berhasil. Keseluruhan proses umumnya bisa berjalan lancar. Kerjasama dari penanggung jawab, tutor, admin dan staf lainnya juga berjalan dengan baik. Karenanya tidak diragukan bahwa untuk gelombang-gelombang berikutnya, e-learning ini juga akan terlaksana dengan baik sampai Juni nanti. Dan, harapannya sampai selesai akan dilatih total 3.000 peserta. Suatu jumlah yang tentunya cukup signifikan.

Akhirnya, saya sampaikan rasa salut buat Kementerian LHK, yang dalam masa pandemi Covid19 mampu melakukan perubahan adaptif dan menghadirkan pengenalan "the new-normal" terhadap petani dan pendamping. Ilmu pendampingan mereka diperkuat, pengayaan penggunaan digital juga terjadi. Maka tidak sabar rasanya saya menanti kejutan memyenangkan pada e-learning berikutnya.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
May 01, 2020 at 10:43AM
https://ift.tt/2VS80aB

"The New-Normal" Itu Mulai Dilakukan | Mobile HarianTerbit.com - Harian Terbit
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Wednesday, April 29, 2020

OPINI: 4 Cara Machine Learning Perkuat Revolusi Mobilitas - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan Gotthard Tunnel, terowongan kereta api terpanjang dan terdalam di dunia di Swiss, mampu memangkas kemacetan dan polusi berkat pemindahan puluhan ribu truk kargo dari jalan raya Alpen.

Meskipun rekayasa teknik modern ini mampu memberikan keuntungan baik bagi masyarakat sipil dan dunia bisnis, namun proyek konstruksi seperti ini bukan merupakan satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas transportasi dan logistik (T&L) di masa depan.

Di dunia yang semakin kompetitif dan serba-terhubung ini, semakin banyak perusahaan T&L yang beralith ke layanan machine learning berbasis cloud baru yang mampu membantu mereka meningkatkan efisiensi serta menghadirkan pengalaman layanan yang makin baik dan memuaskan bagi pelanggan mereka.

Konvergensi cloud dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ini memungkinkan terciptanya inovasi yang luas dalam teknologi mandiri, khususnya dalam mobilitas.

Ini juga akan mengubah pola permainan yang ada, karena menurut PWC, saat ini 68 persen kepala perusahaan T&L percaya bahwa perubahan dalam teknologi inti penyediaan layanan akan mengganggu industri mereka dalam lima tahun ke depan.

Sementara, 65 persen mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama untuk mengantisipasi kemajuan saluran distribusi.

Ada empat bidang utama di mana machine learning mendorong revolusi mobilitas untuk industri transportasi dan logistik: memprediksi permintaan dan optimalisasi rute; mengemudi dan memetakan secara mandiri; robotika; dan pendeteksian adanya anomali.

Misalnya, Konvoi, yang mengganggu industri angkutan truk bernilai $800 miliar ini, dapat mengoptimalkan rute dengan memanfaatkan model machine learning.

Industri Angkutan barang di Amerika Serikat merupakan jaringan pengirim dan pengangkut yang terfragmentasi, serta masih bekerja menggunakan perantara manusia, sehingga menjadi tidak efisien dan mengakibatkan peningkatan sebesar 40 persen dari 95 miliar mil jarak tempuh pengemudi truk Amerika setiap tahunnya.

Melalui teknologi ini, konvoi nantinya mampu menganalisis jutaan pekerjaan pengiriman untuk memberikan efisien tertinggi di industri - meningkatkan keuntungan dengan mengurangi jarak kosong, dan yang terpenting, mengurangi emisi.

Saat ini, industri trucking sedang mengalami kekurangan sedikitnya 100.000 pengemudi secara nasional. Satu solusinya adalah truk yang dapat mengemudi sendiri.

Di TuSimple, tim teknologi mengerahkan lebih dari 100 modul AI berbasis cloud yang dapat secara aman dan efisien melakukan pengiriman komersial mandiri lebih dari 100 mil.

Dengan kecepatan 65 mil per jam, algoritma AI TuSimple canggih yang terpasang pada truk bermuatan, yang dapat membedakan jenis kendaraan yang berbagi jalan, serta menentukan kecepatannya, sehingga dapat menjaga truk berada di posisi aman pada jalurnya dengan akurasi hingga +/- 5 sentimeter.

Di Asia Tenggara, Grab, perusahaan penyedia wahana angkutan, ingin meningkatkan algoritma Matching and Supply secara realtime berdasarkan permintaan.

Perusaahan itu beralih ke alat learning machine untuk mengakses perhitungan data secara real-time dan aliran data yang mendukung 1,5 juta pemesanan perjalanan, pada akhirnya meningkatkan kinerja matching and supply sebesar 30 persen.

Contoh lain dari penerapan AI dan machine learning yang berdampak positif pada industri T&L adalah penggunaan Lyft dari solusi analisis deret waktu berbasis AI. Teknologi itu secara otomatis dapat menunjukkan adanya anomali yang menandakan masalah bisnis yang lebih besar, dan mendeteksi insiden yang memerlukan inspeksi.

Lyft memberikan penghematan biaya yang sangat besar karena tidak harus berinvestasi secara besar untuk in-house data ataupun memeriksa dashboard secara manual

Keakuratan prediksi, merupakan faktor utama bagi perusahaan T&L. Aramex, perusahaan yang berbasis di UEA - menyediakan layanan pengiriman ekspres, pengiriman barang dan belanja online domestik dan internasional. Operasi transit secara langsungnya dapat menangani ribuan permintaan setiap menit.

Dengan menggunakan layanan berbasis cloud yang dikelola secara penuh, memungkinkan pengembang dan ilmuwan data untuk melatih, membangun, dan menyebarkan model AI dan ML. Aramax melihat adanya peningkatan 74 persen dalam akurasi prediksi waktu transit, menurunkan panggilan layanan terkait pengiriman hingga 40 persen.

Machine learning berbasis cloud dan alat AI juga merupakan jantung dari Amazon.com, yang berhasil mengirimkan milyaran paket per tahun secara efisien- mulai dari saat pelanggan melakukan pemesanan hingga penyelesaian serta pengiriman.

Kami menggunakan algoritma prakiraan untuk memperkirakan apa yang mungkin dipesan pelanggan untuk memastikan kami memiliki cukup persediaan di gudang kami.

Layanan AI dan machine learning kami di AWS juga memberi daya pada robot di pusat penyelesaian kami, metode yang digunakan untuk bekerja dengan mitra pengiriman kami, dan bahkan untuk mengoptimalkan rute pengiriman kami.

Pelajaran dari beberapa tahun terakhir adalah sangat jelas: Untuk menjadi kompetitif dalam industri T&L tidak selalu harus lebih rumit, dan keuntungan datang hanya dengan efisiensi yang didorong oleh teknologi.

Untungnya, inovasi baru dalam AI dan ML memberikan bisnis ini keuntungan besar dengan memberi mereka alat canggih yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah terbesar mereka dan berkembang.

**Penulis adalah Swami Sivasubramanian, Vice President, Amazon Machine Learning, AWS

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
April 30, 2020 at 09:00AM
https://ift.tt/3d4EPGP

OPINI: 4 Cara Machine Learning Perkuat Revolusi Mobilitas - Liputan6.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala Taoisme - IDNTimes.com

Penting banget nih...

Saat ini, dunia sedang menhadapi wabah COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Apa itu pandemi? Pandemi dalam KBBI adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi geografi yang luas.

Di Indonesia, kasus pasien yang terkena COVID-19 terus bertambah setiap harinya. Pemerintah pun mengambil langkah untuk mengimbau masyarakat agar melakukan social distancing. Namun, situasi yang terjadi saat ini diperburuk dengan beredarnya berita-berita yang membuat masyarakat overthinking dan panik.

Tetapi, ada salah satu aliran filsafat yang dapat membantu kita untuk menghindari panik saat menghadapi situasi seperti sekarang, yaitu Taoism atau Taoisme. Lantas, apa itu Taoisme? Bagaimana Taoisme bisa membantu kita dalam menghadapi situasi seperti saat ini? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu Taoisme?

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala TaoismePexels/Pixabay

Berdasarkan dari berbagai sumber, kata 'Tao' merujuk ke satu arti, yaitu 'jalan' . Inti dari aliran filsafat Taoisme adalah aliran yang mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang mengikuti jalannya. Kehidupan menurut Taoisme juga bisa digambarkan seperti air yang mengalir. Aliran ini dalam bahasa gaulnya bisa juga disebut sebagai filosofi hidup yang 'santuy'.

Sejarah Taoisme

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala TaoismePexels/Magda Ehlers

Aliran Taoisme muncul dari negeri Tiongkok ribuan tahun yang lalu. Aliran lahir saat pemerintahan Dinasti Zhou sedang tidak stabil. Pada saat itulah Lao Tze menemukan aliran Taoisme. Nah, ada fakta menarik dari Lao Tze bahwa sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Lao Tze benar-benar ada. Penganut Taoisme lebih memilih untuk tidak memperdebatkan hal tersebut, karena Taoisme mengajarkan untuk tidak ambil pusing terhadap suatu masalah.

Ajaran Taoisme

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala TaoismePexels/Julian Jagtenberg

1. Tao

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Kata Tao jika ditelusuri lebih dalam akan banyak sekali maknanya. Tetapi, jika menjurus kepada kehidupan pribadi manusia, Tao mengajarkan kepada kita untuk hidup go with the flow aja. Namun, bukan berarti penganut Taoisme tidak take action sama sekali, justru Taoisme mengajarkan untuk fokus terhadap apa yang sedang kita lakukan dan memikirkan hal yang tidak bisa kita kontrol.

2. Yin danYang

Semua yang ada di dunia ini, baik itu benda hidup, benda mati, maupun hal-hal yang lain pasti memiliki 2 kutub yang berbeda (Yin dan Yang) untuk mencapai kesetimbangan. Contohnya adalah hal yang baik akan muncul ketika ada hal yang buruk dan sebaliknya. Oleh karena itu, lihat segala hal di dunia ini dari segi positif dan segi negatif, jangan dari salah satunya saja.

Baca Juga: 5 Pelajaran Penting Stoisisme, Filsafat Romawi Kuno Berumur 2000 Tahun

Alasan Taoisme penting diterapkan saat menghadapi COVID-19

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala TaoismePexels/Andrea Piacquadio

Ajaran Taoisme sangat efektif untuk membantu kita menghadapi COVID-19. Penganut aliran Taoisme tidak akan panik dan mengikuti anjuran pemerintah atau pihak berwenang lainnya. Penganut Taoisme tidak akan ambil pusing untuk memikirkan bagaimana jika pemerintah tidak bisa mengatasi kasus COVID-19 atau hal-hal lainnya yang tidak bisa mereka kontrol. Taoisme mengajarkan untuk positive thinking terhadap masalah apapun dan 'santuy'

Penerapan ajaran Taoisme dalam kehidupan sehari-hari

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala TaoismePexels/VisionPic .net

Penerapan ajaran Taoisme sebenarnya sederhana. Untuk kehidupan sehari-hari, Taoisme mengajarkan untuk tidak overthinking terhadap sesuatu. Jika ada masalah, hadapilah masalah tersebut dengan tenang dan optimis yakin bahwa masalah tersebut cepat terselesaikan. Dengan begitu, hidup kamu jauh dari stres 

Itulah beberapa penjelasan tentang aliran filsafat Taoisme. Kesimpulannya adalah dengan menerapkan ajaran Taoisme ke dalam kehidupan, kamu akan jauh lebih tenang, optimis, dan tentunya lebih semangat menjalani kehidupan. Tetap semangat dan semoga sukses!

Baca Juga: 5 Tips dari Ajaran Stoic dalam Menghadapi Masalah dengan 'Santuy'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
April 29, 2020 at 05:10PM
https://ift.tt/3f1hFTA

[OPINI] Menghadapi Wabah COVID-19 dengan Tenang ala Taoisme - IDNTimes.com
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Tuesday, April 28, 2020

OPINI Berta Bekti Retnawati : Pandemi, Kemanusiaan dan Kelenturan Kohesi Sosial - Tribun Jateng

Oleh Berta Bekti Retnawati

Kepala LPPM dan Dosen FEB Universitas Katolik Soegijapranata

“State of emergency, the planet’s having panic attacks”, Eminem (rapper Amerika Serikat)

Dunia sekarang ini sedang darurat, ada kepanikan karena pandemi global, rasanya perkataan Eminem tersebut menjadi tepat dan kita amini bersama.

Ibarat medan pertempuran semua aspek kehidupan manusia bumi ini menghadapi lawan yang tidak terlihat namun sangat perkasa pengaruhi kondisi manusia sejagat, tidak terkecuali di Indonesia. Jumlah masyarakat yang terpapar positif Covid-19 masih menunjukkan trend meningkat tiap hari. 

Berita jumlah masyarakat terpapar masih menunjukkan peningkatan dan belum ada petunjuk pasti kapan pandemi ini berakhir. Masifnya paparan cakupan area terpapar virus ini memberi kekawaatiran nyata dan dampak dari pandemi ini sudah banyak dirasakan oleh banyak aspek, di antaranya adalah perekonomian, terganggunya mobilitas, sosial kemasyarakatan, psikologis dan aspek-aspek kehidupan lainnya.

Nyata benar bahwa ancaman pandemi ini sudah mengepung negara ini seperti halnya 200-an negara di belahan dunia lainya alami situasi sulit bersama-sama. Merebaknya gangguan kehidupan normal setiap sendi negara ini, terasa benar efek bagi semua jenis kegiatan kehidupan menjadi berubah dan menyesakkan. 

Situasi dunia tak lagi sama dengan kondisi sebelum ada pandemi, berbagai upaya pemutusan rantai penularan mewujud dalam berbagai kebijakan yang harus ditempuh pemerintah. Pembatasan sosial berskala besar menjadi satu pilihan dari sekian opsi yang ada, tentunya dengan segala konskeuensi sosial ekonomi yang mengikutinya.

Kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi taruhan utama dari berbagai kebijakan pemerintah. Health before wealth menjadi cerminan betapa kesehatan dan keselamatan jiwa adalah yang harus diutamakan sebelum mencapai hal lainnya.

Sungguh pemerintah tidak kurang-kurang mengeluarkan berbagai kebijakan dan keputusan yang ditujukkan untuk keselamatan masyarakat. Upaya pemerintah tidak bisa dilakukan sendirian, justru kemauan dan kerjasama masyarakat menjadi penentu nasib bangsa ini.

Let's block ads! (Why?)



"opini" - Google Berita
April 29, 2020 at 11:09AM
https://ift.tt/3aOovsp

OPINI Berta Bekti Retnawati : Pandemi, Kemanusiaan dan Kelenturan Kohesi Sosial - Tribun Jateng
"opini" - Google Berita
https://ift.tt/2Fl45Kd
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Search

Featured Post

I just paid $9.99 for a carton of 18 eggs. Will prices ever drop? | Opinion - Sacramento Bee

[unable to retrieve full-text content] I just paid $9.99 for a carton of 18 eggs. Will prices ever drop? | Opinion    Sacramento Bee ...

Postingan Populer